Kamis, 16 Februari 2012

toloooonng.. saya butuh "dorongan"

Sebenernya uda lama banget pengen nulis tentang ini tapi ko yaa penyakit itu muncul lagi dan lagi (baca : MALES). Abis gue pikir liburan tinggal seuprit lagi jadi yaa harus di maksimalkan leha-lehanya, Huahahaa :D Tapi karna saking pengennya gue nulis ginian gue sampe kebawa mimpi LAGI! (emang dasar lebay yaa) tepatnya semalem.

Menjelang detik-detik berakhirnya masa-masa liburan gue yang suram ditandai dengan kmaren uda ngisi KRS yaaaaangg susah dan ribetnya setengah idup akhirnya gue suskses juga menjadi mahasiswa tingkat atas. Yeaaaahh *mengepal tangan keatas sekuat tenaga dan mulut sambil mangap* Di tahun ajaran yang baru kita pasti butuh semangat yang baru, pencerahan, pokoknya semua deh yang bisa membuat kedepannya jadi lebih baik lagi. ya kan ya kaaann. Someday gue pernah kepikiran kalo gue butuh banget motivasi yang memacu semangat dari motivator-motivator handal. Kenapa? it's all really do need to make ourselves into much better than yesterday, last week, last year and even be the best for tomorrow, the day after tomorrow and so on. Raise your hand who's agree with my statement ?

Sebagai makhluk sosial toh kita juga butuh temen curhat untuk sekedar ngeluarin uneg-uneg, ktawa bareng, nangis atau apapun lah yang bisa ngebuat prasaan jadi plong. Sama dengan motivasi, dorongan dan semangat untuk menjadikan masa lalu sebagai guru paling bijak. Kalo ngga ada masa lalu mungkin belum tentu kita bisa sukses seperti hari ini. (Ahh hari ini otak gue terlalu brilian dalam menyusun kata, agak bingung sendiri ama apa yg gue omongin sebenernya. I hope you understand what I mean. Lets continue!)

Gue blajar untuk jauh lebih baik lagi dan mengoreksi kekurangan di diri gue yaa dari masa lalu, bercermin dari orang yang punya kelebihan atas kekurangan gue dan menerawang jauh dari orang-orang sukses sebagai calon masa depan gue (Ooo God, bijak kali omongannya:D) Punya motivator di dunia maya ngga ada yang salah gue pikir. Yang penting orang tersebut bisa menjadikan mental kita seperti mental baja yang siap tempur. Daaaaann gue punya people who inspire. Smoga kalian juga bisa belajar dari mreka ...

  • Michael Jordan (47 tahun) - Sukses Berkat Kegagalan
    Legenda hidup NBA ini dikenal dengan akurasi lemparan dan gaya slam dunk-nya yang seolah berjalan di udara. Namun sebelum mencapai kepiawaiannya itu, Michael Jordan pernah mengalami kegagalan demi kegagalan. Namun ia tak pernah menyerah untuk mencoba memperbaiki dan memperbaikinya lagi. Bahkan dalam pertandingan resmi pun, ribuan kali lemparannya tak menghasilkan angka. "Selama karir saya, lebih dari 9000 kali lemparan saya tak membuahkan angka. Saya kalah dalam 300 pertandingan dan 26 kali saya dipercaya melakukan winning shot, tetapi gagal. Saya sering mengalami kegagalan dan gagal lagi dan gagal lagi dalam hidup saya. Tapi itulah yang membuat saya sukses...."


      • George Lucas (66 tahun) - Star Wars Ditolak Terus
        Kadang sesuatu yang akan meledak di pasaran dianggap sebagai hal yang tak bakalan laku. Bahkan penilaian itu diberikan oleh pelaku industri itu sendiri. Lihat saja film Star Wars. Ketika George Lucas menawarkan film tentang perang antar galaksi ini ke Hollywood, tak satu pun mau menerimanya sampai akhirnya 20th-Century Fox mau memproduksinya. Untung George tak mau menyerah. Kini Star Wars merupakan salah satu film terlaris sepanjang masa. (Catatan: Star Wars Episode I - The Phantom Menace [1999] berhasil mengeruk pendapatan 926 juta dolar AS atau Rp 8,65 triliun).
        • Albert Einstein (1879 -1955) - Dianggap Lemah dan Konyol
          Sampai usianya empat tahun, Einstein tak bisa bicara. Hingga usia 7 tahun ia tak bisa membaca. Gurunya menggambarkan Einstein kecil sebagai anak yang memiliki mental rendah, antisosial, dan terobesi dengan mimpi-mimpi konyolnya. Ketika dewasa, Einstein ditolak masuk Zurich Polytechnic School. Bahkan ketika ia masuk The University of Ber, disertasi Ph.D-nya tak diterima karena dianggap tak relevan. Namun dari mimpi-mimpi yang oleh kebanyakan orang tak masuk akal itulah Einstein menciptakan sejumlah penemuan yang menjadi dasar ilmu pengetahuan.

           
          Mungkin dari Michael Jordan kita bisa blajar tentang apa itu sukses. Ternyata sukses itu ga segampang membalikkan telapak tangan. Kita perlu jatuh berulang-ulang dan merasakan sakit sampai akhirnya kita bisa mengecup kesuksesan. Perlu usaha yang bisa di bilang ga mudah, kerja keras dan doa yang seimbang untuk mencapai itu semua.
          Kalo dari om George Lucas kita di ajarkan tentang keteguhan hati, ga boleh gampang putus asa dan terus optimis dengan apa yang kita lakuin. Kalo orang lain punya kepercayaan diri 100% kita harus lebih dari itu, 1000% atau berapapun angkanya asalkan itu tetap menjadikan kita nomer satu dari yang lain. Cheers :)
          dan yang trakhir dari opa Albert Einstein, banyak banget pembelajaran yang di berikan sama opa yg satu ini tapi yang paling penting kita diajarkan tentang kesabaran. Biarin aja orang lain mau men-judge kita seperti apa biar waktu yang menjawab siapa kita sebenarnya. Jangan pernah berhenti bermimpi karna dari mimpi itulah timbul suatu keyakinan untuk mewujudkannya.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar