Senin, 02 Januari 2017

GULA........DAPAT MEMBAHAYAKAN KESEHATAN !!

Sumber: Djoko Sutopo (Keluarga Besar Gizi Indonesia)

Gula (gula pasir, gula merah, gula aren, gula jawa) secara kimiawi disebut "sukrosa" merupakan persenyawaan glukosa + fruktosa. Gula secara populer dikenal juga sebagai gula sederhana. Gula sering digunakan sebagai:
1). makanan (gula-gula, kue basah, kue kering), 
2). minuman (kopi manis, the manis, sirop, es krim, soft drink), 
3). pengawet (manisan), dan 
4). penyedap rasa masakan. 
Gula di dalam hati akan diubah menjadi "GLUKOSA" dan mengalir dalam darah sebagai glukosa darah. Glukosa merupakan sumber energi/tenaga bagi manusia dan bahkan merupakan sumber energi utama bagi otak manusia. Kekurangan glukosa darah (hipoglikemia) dapat menyebabkan kekurangan tenaga dan bahkan cedera otak. 
Meskipun banyak gunanya tetapi gula (gula pasir, gula merah, gula aren, gula jawa) dalam beberapa hal dapat mengganggu kesehatan manusia karena dapat menyebabkan:
1). GIGI BERLUBANG. Glukosa mudah melekat di gigi, jika perawatan kebersihan gigi tidak/kurang baik maka glukosa dapat menjadi "plak" tempat tumbuh subur bakteri yang merusak gigi.
2). GIZI BURUK. Gula merupakan sumber energi yang "kosong" artinya tidak mengandung zat gizi yang lain selain karbohidrat. Padahal makanan/minuman yang mengandung gula pasir dapat menurunkan nafsu makan (terutama anak2) sehingga dapat menimbulkan "gizi buruk".
3). GLUKOSA DARAH CEPAT MENINGKAT. Makanan/minuman bergula secara cepat dapat diserap melalui usus halus sehingga dalam waktu singkat segera meningkatkan kadar glukosa/gula darah. Kadar gulukosa/gula darah yang selalu tinggi dapat menyebabkan kegemukan (obesitas) dan berbagai gangguan kesehatan. 
4). OBESITAS. Konsumsi makanan jajanan (kering/basah) yang cukup banyak dan sering minum minuman yang manis menyebabkan kadar glukosa darah tinggi dan glukosa akan diubah menjadi lemak tubuh sehingga menyebabkan seseorang menjadi gemuk dan bahkan "kegemukan" (obesitas). Obesitas dapat meningkatkan resiko timbulnya Diabetes Mellitus (kencing manis), penyakit jantung, perlemakan hati, dan berbagai gangguan kesehatan.
4). DIABETES MELLITUS (kencing manis). Kadar glukosa darah yang selalu dan terlalu tinggi dapat menyebabkan resistensi sisi aktif sel terhadap insulin sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel. Kadar glukosa darah tinggi dan sebagian akan keluar melalui kencing sehingga disebut "kencing manis". Sekitar 80 % pengidap diabetes mengalami kegemukan (obesitas)
5) KERUSAKAN PEMBULUH DARAH DAN SERABUT SYARAF. Pada orang pengidap diabetes, kadar gula darah yang tinggi tidak dapat segera "dinormalkan". Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan syaraf sehingga jaringan di beberapa tempat mati serta berwarna hitam disebut gangren (luka tidak sembuh2). Kerusakan juga dapat terjadi di retina mata, menyebabkan glaukoma dan bahkan kebutaan.
6). IRITASI LAMBUNG. Konsumsi makanan/minuman berkadar gula tinggi dapat menyebabkan "iritasi" pada dinding lambung bagian dalam sehingga menimbulkan penyakit "tukak lambung" (maag).

Sumber glukosa selain gula sederhana adalah gula kompleks, seperti: beras, jagung, sagu, umbi-umbian, buah serta makanan yang terbuat dari pati (mie, roti, dsb.).
KONSUMSILAH gula (makanan/minuman) sekedarnya, jangan digunakan sebagai "kesenangan" agar tidak menimbulkan "kesedihan".

PENYAKIT TIFUS .....BUKAN KARENA KELELAHAN

Sumber: Djoko Sutopo (Keluarga Besar Gizi Indonesia)

TIFUS atau DEMAM TIPOID atau typhoid fever merupakan penyakit saluran pencernaan yang disebabkan olh bakteri Salmonella typhosa yg hidup di usus manusia. Penyakit tifus ditularkan melalui makanan/minuman yg tercemar tinja/kencing manusia dg perantaraan LALAT. Kotoran penderita tifus yang dibuang sembarangan akan dihinggapi lalat sehingga kaki-kaki lalat akan tercemar oleh bakteri Salmonella penyebab penyebab penyakit tifus. Selanjutnya, jika lalat menghinggapi makanan/minuman maka lalat akan mencemari makanan/minuman dengan bakteri Salmonella. Orang yang mengonsumsi makanan/minuman yang telah tercemar bakteri mempunyai kemungkinan besar akan terjangkit tifus. Jadi penyakit tifus adalah penyakit infeksi saluran pencernaan, BUKAN karena KELELAHAN.
Pencegahan berkembangnya penyakit tifus adalah dengan cara menjaga perilaku berdasarkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) misalnya:
1). menjaga higiene makanan dan memasak makanan dengan baik
2). buang air di wc, 
3). cuci tangan sebelum makan/minum dan sesudah buang air,
4). melindungi makanan/minuman dari pencemaran oleh lalat, kecoa, debu, dsb.

PERHATIAN:
1). Jangan mengobati penyakit tifus atas inisiatif sendiri tetapi konsultasilah dengan dokter
2). Pengobatan tifus harus adequat (memadai) karena harus disembuhkan secara sempurna. Pengobatan yang tidak adequat dapat menyebabkan kekambuhan yang lebih parah atau fatal.
3). Telur mentah dapat juga menjadi sarana penyebaran Salmonella.